Tiara Tia

Because Every Woman is A Princess

Perempuan itu Bisa Jadi yang Terjahat pada Sesamanya

Perempuan itu bisa jadi orang yang 'terjahat' pada sesamanya.
perempuan itu bisa jadi yang terjahat

Terkadang, ini benar-benar terjadi. Why?

Peringatan: (mungkin) mengandung sarkasme dan curhatan. Postingan ini pun dituliskan langsung di blogger tanpa peduli dengan keyword, jumlah kata, ataupun berbagai teknik SEO lain (yang mana aku masih sangat awam). Tumben-tumbennya menulisnya tidak di wordpress terlebih dahulu seperti biasanya.

Intinya, cuma mau pure menulis saja. Mumpung blog baru kan ya. Yah, anggap saja kembali ke zaman-zaman curhat di blog beberapa waktu lalu. So, please, bare with me.


perempuan itu bisa jadi yang terjahat


Cerita bermula dari insomnia parah yang kembali melanda akhir-akhir ini. Baru bisa tidur paling cepat jam 3 pagi itu suck. Satu malam, dua malam, it's okay. Sayangnya hal ini berlarut-larut hinga beberapa bulan, yang kemudian berpengaruh pada jam kerja yang berbalik: di siang hari aku cepat capek dan pada malam hari otak sudah terlalu lelah untuk diajak berpikir. Dan setelah beberapa bulan, akhirnya membuat tubuh ini menyerah juga.

Yup, I'm not feeling so well today. Flu, meriang, capek, ditambah tekanan-tekanan dari beberapa hal, membuatku akhirnya 'keluar dari sarang'. Aku butuh asupan cokelat atau apapun itu, at least to become a little mood booster to me.

Padahal saat ini aku sedang mengurangi kapasitas jajan. Seperti biasa, I'm on money saving mode.

Singkat cerita, pergilah aku ke toko yang berjarak satu rumah dari rumahku.

Belum lagi kaki ini tiba di toko tersebut, salah seorang ibu-ibu tukang gosip langsung nyeletuk, "Eh kok kamu tambah lama tambah gendut aja ya blablabla."

FYI, ibu-ibu ini ngeliat aku aja jarang kok. *maklum deh, sibuk nyari recehan haha

Kalau biasanya aku hanya akan nyengir dan tak peduli pada setiap ocehan orang, kali ini lain. Bapernya kumat cyin, wkwkwk. Lah ya tadi kan tujuan utamanya mau cari jajanan biar jadi lebih happy jadi cepet sehat.

Ya maap kalau tadi (sampai sekarang sih) baperan. Aku tidak sedang dalam suasana hati dan kesehatan yang baik. Kalau biasanya aku berprinsip 'I'm going to do whatever I wanna do. I don't care whatever the hell they say, as long as I'm happy. I deserved it.', maka monmaap, kali ini tidak bisa.

Dan karena aku kangen curhat di blog, alasan utama postingan kali ini selain untuk mencurahkan isi hati. Ketahuan kan butuh liburan tapi waktu belum juga memungkinkan WKWKWKWWK.

perempuan bisa jadi yang terjahat
Bagaikan mak-emak yang dengan sengaja nungguin kita dari pinggir jendelanya untuk nyeletuk tentang body shaming

perempuan itu bisa jadi yang terjahat perempuan itu bisa jadi yang terjahat perempuan itu bisa jadi yang terjahat
Padahal kan, aku mah siapa yekan. Padahal juga udah tau kalau body shaming sekarang paling gampang dilakukan oleh semua orang, baik dalam perkataan langsung atau lewat media daring. Dan kebanyakan memang justru dilakukan oleh sesama perempuan itu sendiri.

Lah wong ibu-ibu itu yang nyinyir pas aku resign dari kantor beberapa bulan lalu kok. Pak big boss di rumah aja nyantai anaknya resign, ini malah yang rese siapa coba. Belum lagi dengan kelakuan (((kelakuan))) aku yang hobi nyasar ke sana-sini itu. Udah deh, jadi bahan gosipan banyak orang tentunya.

UDAH TAHU BEGITU KENAPA PULA MASIH BAPERAN, NON?

Ya karena celetukan sederhana dari seseorang itu kebanyakan adalah body shaming. It's all about Body Shaming.

"Eh kamu sekarang gendut banget sih, padahal belum nikah juga. Diet sana, kamu nggak boleh makan ini makan itu"

"Lah kok kamu sekarang kurusan? Pasti karena makan hati dan tak bahagia ya? Jelek banget kamu sekarang"

"Contohin tuh anaknya Ibu ABCD, badannya udah oke banget, kerjaannya mantap. Jangan seperti kamu begini." perempuan itu bisa jadi yang terjahat

"Pantes aja sampai sekarang nggak punya gandengan, kerjaannya makan mulu kok. Kabur mulu kok. Itu badan udah tak berbentuk lagi" perempuan itu bisa jadi yang terjahat

Etc. Etc. Etc.

Kalau lagi baperan seperti sekarang itu tuh, pengin jawab begini, "Ya kenapa? Toh saya makan pake uang sendiri, nggak nyolong makanan situ juga. Saya jalan ke sana ke mari juga pake uang hasil kerja saya kok."

Eh ya maap malah kepikiran buat nyolot wkwkwk. perempuan itu bisa jadi yang terjahat

Singkatnya, body shaming adalah komentar-komentar dengan perlekatan stigma negatif pada salah satu bentuk tubuh. Kamu terlalu gendut. Kamu terlalu kurus. Kamu tidak cantik.

Masalahnya adalah, konsep body shaming ini memang masih menjadi hal yang tak dipedulikan di negeri kita. Bila kita protes atas komentar-komentar tersebut, justru kita akan dianggap aneh dan disepelekan.

"Kok kamu gitu banget sih, orang cuma becanda juga. Biasa aja kali"

Weeyy, body shaming bukan sekadar bercanda. Body shaming tidak sesederhana itu. Bila ingin berbicara lebih lanjut mengenai body shaming, maka postingan ini akan menjadi lebih dari 2000 kata. Terlalu panjang untuk dimasukkan dalam satu blogpost. We're gonna talk about it later, shall we?

Padahal kita sesama perempuan adalah yang seharusnya lebih memahami sesama kaumnya. Kitalah yang lebih mengetahui bagaimana menjadi seorang perempuan yang hidup dalam era yang penuh tuntutan pada perempuan ini.

Mengapa kita tak bisa saling mendorong sesama perempuan untuk maju? Jadilah seseorang yang bermanfaat bagi orang lain.

Bukannya jadi perempuan yang jahat pada sesama perempuan.


Yang lagi baperan,



Tia



PS: Ternyata dicek di wordcounter, postingan ini lewat juga dari 500 kata. Curhat pun sekarang lebih dari 500 kata ya. Harusnya bisa jadi postingan yang lebih berfaedah dan semoga tak cuma jadi sampah digital sesuai perkataan salah seorang suhu haha.

Baca juga: Selamat Tahun Baru! Tantangan Baru, Blog Baru

Komentar

Posting Komentar

back to top