Tiara Tia

Because Every Woman is A Princess

Pemilu, Hoax, dan Berpikir Kritis. Apa Hubungannya?

Masih ingat dalam ingatan, tepat sepuluh hari lalu telah terlaksana pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita mengadakan acara besar untuk memilih para pemimpin bangsa selama lima tahun ke depan. berpikir kritis, cara berpikir kritis, berpikir kritis adalah, hoax, pemilu

Satu hal yang aku tangkap dari acara lima tahunan ini: tahun ini luar biasa.

Ya, luar biasa karena kehebohan yang timbul menjelang pemilu. Hoax-hoax yang beredar di kalangan masyarakat semakin menjadi-jadi. Kesimpangsiuran informasi ini bukannya bisa diurai satu demi satu, justru semakin berbelit satu sama lain. Banyak orang yang aku kenal, baik di dunia nyata maupun dunia maya berlomba-lomba seolah mereka yang paling tahu dan paling benar.

pemilu, hoax, dan berpikir kritis


Oleh karena itu pula, beberapa waktu belakangan mulai dari masuknya masa tenang beberapa hari sebelum hari pemilu, aku malah mengurangi kadar membuka media sosial. Ya bagaimana tidak, bahkan di grup tulis-menulis pun sudah disisipi oleh cerita-cerita politik.

FYI, di grup whatsapp keluarga pun ternyata tak luput dari serangan-serangan hoax ini. Bahkan yang katanya tenaga pendidik pun bila dihadapkan dengan konten politik, seperti tak perlu berpikir dua kali untuk menambahkan bumbu-bumbu versinya sendiri.

Sejujurnya aku lelah. Bahkan sempat ngomelin para orang tua saat hoax semakin merajalela di grup keluarga. Mohon maaf aku tak punya niat buruk, aku hanya lelah.




Pemilu, Hoax, dan Berpikir Kritis. Apa Hubungannya?



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, berpikir dan kritis memiliki pengertian sebagai berikut:

Berpikir: v menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dalam ingatan
Kritis:
a bersifat tidak lekas percaya
a bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan
a tajam dalam penganalisisan

Maka bisa disimpulkan bahwa berpikir kritis memiliki makna menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu secara tajam dan seksama.

pemilu, hoax, dan berpikir kritis
Berpikir kritis, untuk apa?


Manfaat Berpikir Kritis Cara Berpikir Kritis, Pemilu

Berpikir kritis merupakan alat penting bagi pola pikir kita agar menangkal hoax dan terhindar dari provokasi. Selain kritis, bersikap skeptis atau meragukan adalah senjata terpenting untuk mengolah informasi yang didapat dan menjadi fakta-fakta. Terutama pada era pasca kebenaran sekarang ini, orang-orang akan selalu membenarkan apa yang ada, bukan lagi mencari suatu kebenaran.

Tanpa berpikir kritis, kita akan menelan mentah-mentah beragam informasi yang kita terima, entah itu mengandung kebohongan ataukah kebenaran. Mengapa hoax bisa beredar dan berkembang? Salah satunya karena kurangnya keinginan untuk menggali informasi lebih lanjut, menerimanya begitu saja dan menyebarluaskannya.

pemilu, hoax, dan berpikir kritis


Bagaimana Cara Menangkal Hoax? Berpikir Kritis Adalah

Bila hoax sudah terlanjur beredar luas, apa yang harus kita lakukan?
  • Gali lebih dalam mengenai informasi yang kamu dapatkan. Apakah informasi tersebut benar adanya, atau memang ditujukan untuk memecah-belah kita semua?
  • Open your mind. Coba analisa segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang. Dengarkan dari segala sisi, jangan hanya mengambil kesimpulan dari satu cerita saja.
  • Bila suatu informasi sudah terbukti hoax, maka jangan membuatnya semakin berkembang. Putuskan mata rantai hoax tersebut.
  • Think before posting, saring sebelum sharing. Pikirkan apa efek yang akan terjadi bila kita memposting dan sharing akan sebuah informasi. Apakah justru memicu perdebatan dan membuat keributan?

Ah, sepertinya cukup sampai di sini dulu obrolan kali ini. Mari kita menerapkan berpikir kritis dalam semua aspek kehidupan. Jangan serap semua informasi seperti spons cuci piring yang menyerap segala. Tangkal hoax dan jangan jadi penyebar hoax tersebut.

Yuk, mari balik kerja lagi!


Dituliskan untuk menyelesaikan hutang tulisan 30 hari menulis.

Komentar

back to top