Diajak Jalan-jalan, Bak Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba — Tiara Tia

Diajak Jalan-jalan, Bak Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba

Pernah merasa sumpek sampai semua hal terasa salah? Pekerjaan seakan membuat duniamu semakin sempit dan tak tersisa ruang untukmu bernapas saat ini? Hal-hal kecil seolah membuat duniamu jungkir balik? jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba.

Aku pernah, dan sepertinya semua orang pun pernah merasakannya. Benar kan?

Itu yang aku rasakan beberapa waktu lalu, tepatnya pada pertengahan dan akhir tahun 2018. Saat semua hal terasa menghimpit dada. Mungkin terdengar lebay, tapi tepat seperti itulah yang aku rasakan.


jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba


Kalau kata orang sih, itu tanda-tanda kurang piknik. jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba

Lah iya, sepulangnya dari Jepang februarinya, aku resign dari kantor dan memutuskan untuk jadi freelancer aja. Long story short, aku nggak punya waktu untuk jalan-jalan lagi. Padahal pada dasarnya selain anak rumahan, aku sukanya menjelajah tempat baru. Yup, sejak wisuda tahun 2015 aku bertekad untuk menjelajahi setidaknya satu tempat baru setiap tahunnya.

Dengan kata lain, aku butuh jalan-jalan sesegera mungkin WKWKWK.

Dan di tengah sumpek yang aku lalui tersebut, tiba-tiba ada kabar baik. Aku diajak liburan! Ya nggak pure liburan sih, kan kerjaan biasanya tetap harus dikerjaan. Dadakan saja dan tanpa rencana, tak seperti liburan biasanya yang butuh persiapan selama beberapa waktu sebelumnya.

Diajakin main ngelihat festival ke Lampung dan Aceh. Ini udah pasti bisa dinamakan sebagai pucuk dicinta, ulam pun tiba.

jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba
Diajak jalan-jalan, pucuk dicinta ulam pun tiba ini mah.

Diajak Jalan-Jalan, Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba

Diajak Jalan-Jalan, Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba



Karena dadakan, pastinya tak banyak yang bisa dipersiapkan. Tapi laptop tetap harus dibawa dong, kan judulnya tugas tetap harus dikerjakan. Blogger lyfe, kerja di mana saja dan kapan saja. Hello, teman-teman bloger-ku di mana pun kamu berada!

Sebelum perjalanan ke Lampung, aku ingat betul aku sedang sedih karena tak jadi pergi ke NTT. Bye NTT, kita belum berjodoh. Nanti insya Allah, di masa depan kita akan bertemu di lain kesempatan. Ternyata 2018 memang saatnya untukku mengeksplor provinsi paling utara dan selatan di Pulau Sumatera. 

Tak apa-apa, rencana Allah jauh lebih baik dari rencana manusia. Cukup yakin dan percaya Allah tahu yang terbaik bagi kita, karena semua ada waktunya. 

Dari perjalanan kali ini, lagi-lagi aku bertemu dengan teman-teman baru. Juga dengan pengalaman-pengalaman baru. Dan sekarang aku rindu. Pada kerempongan-kerempongannya, rindu pada perjalanannya, berinteraksi dengan teman-teman baru, makanan-makanannya, serta rempongnya saat kembali pulang ke rumah.


jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba
Mau ke mana kita tahun ini? Tahun depan?


Tidak apa-apa, karena tahun ini rencana untuk liburan insya Allah akan segera direncanakan kembali. Tetap dalam rangka backpacking dong, karena sobat meesqueen seperti aku can't afford liburan ala orang kaya, ma friend. Lebih baik bila ada uang berlebih, uangnya untuk ditabung kan ya. Lebih berfaedah pastinya, dan cerita perjalanan bisa untuk mengisi blog tercinta.

Cukup aku dan ranselku nantinya, mengikuti ke mana kaki ingin melangkah. Ah, can't wait for another journey. Let's go traveling around the world! jalan-jalan gratis, pucuk dicinta ulam pun tiba.

Jadi, mau ke mana kita? Yuk rencanakan liburan bareng! ^^



With love,

Tia



PS: Perjalanan tahun lalu ke Jepang, Aceh, dan Lampung bisa dibaca di dua blogku yang lain: aninditaayu.com dan misupinku.com.


Komentar

back to top